sendirian dikamar tak selamanya membosankan...

19 Desember 2010
sendirian dikamar itu tenyata cukup menyenangkan juga ya...??
ceritanya bermula disebuah kamar yang berukuran 2x1 (nah lho kok kayak rumah masa depan ya??),
ane tidur2an gak jelas gitu, tapi tiba2 kok ada sesosok bayangan orang tampan
yang terefleksi dengan jelas disebuah cermin...(wah ketoke serem ki...)
dengan rasa penasaran ane datangin tuh cermin...
eh ternyata itu bayangan gue sendiri gan...(hwakakakakkaka)
lho kok bisa...??? tapi cermin memang gak pernah boong gan,,...
tiba-tiba ada telpon ane berdering nih...(eh itu sms gan..)
(tebak dari siapa coba..??) yups...si gita gutawa SMS,
katanya mau kuliah di "elektro UGM", nah loh...mulai kelihatan nih boongnya...
hahha....


yaowes lah, berhubung udah malam, dan sms gita yang bo'ongan, kuliah dielektro yang bo'ongan juga,
marilah kita tutup saja kebohongan ini, tapi satu-satunya yang gak bo'ong
itu mungkin dari cermin tadi gan (secara cermin gak bisa bo'ong nih) yaitu "gue memang tampan..."
hwaklakkakakakakkaa

sudah saatnya,,,,,

11 Desember 2010

mungkin sering kita denger motto atau kata-kata bijak deh yang berbunyi demikian
"dibalik musibah, pasti ada hikmah..."
dibalik bencana merapi ini, pasti ada hikmahnya
kalau dijabarkan, ketoke banyak banget hikmahnya,
mulai dari kalau mau buat rumah gak usah kuatir sama pasir (soale dah banyak dari merapi),
tanah-tanah katanya jadi subur, dan masih banyak deh yang lain,...
nah, yang mau saya ungkap disini adalah tentang hikmah yang berdampak pada kepribadian seseorang,
apakah itu....???

ya, tepat sekali, yaitu tumbuhnya sifat untuk saling tolong-menolong,
bagi masyarakat kota besar, sifat tolong menolong ini tentu sangat sulit
kita temukan, mungkin karena orang-orang kota akan sibuk dengan kehidupan
mereka masing2, tapi....!!! selama merapi meningkatkan status dari "single" ke "awas"
sifat alami manusia itu, muncul dengan sendirinya,
saya melihatnya sendiri, betapa banyaknya orang-orang memberikan sumbangan baik materi maupun tenaga
pada mereka-mereka yang membutuhkan, seakan-akan tidak ada kata meminta tolong lagi, tetapi memberi tolong...
bahu membahu antara satu sama lain, walaupun tidak saling mengenal satu sama lainnya....
mungkin menurut saya, inilah salah satu hikmah yang besar dari "awas" merapi ini,
saya berharap, semoga sifat ini tidak hilang begitu saja,...

foto-foto nya

22 November 2010




memory merapi...


"ayo han berangkat",kata salah seorang temenku, sebelum kami berangkat menuju mungkid.
mungkin sekedar pengetahuan, 2 hari sebelumnya, mungkid mendapatkan hujan abu yang sangat dahsyat
dari merapi,
pada waktu itu saya dan beberapa temen-temen relawan DERU (Disaster Response Unit) naik mobil pickup
untuk mendistribusikan bantuan ke posko yang ada disana, nah waktu itu, saya dan temen-temen duduk dibelakang
(bisa kebayang kan..??? haha)
waktu masih di jogja sih, debunya masih nyante...masih bisa senyum-senyum dibelakang gitu,..
(mulai memasuki jalan magelang...!!!)....
wush....wus....
debunya udah mulai beterbangan sana sini, bisa kebayang deh...
mulai dari celana, jaket, dan rambut kayak pake wax deh...(rambut jadi keras..)
jadi untuk amanya, kepala dimasukan ke dalam terpal buat barang...
biar aja celana, dan jaket ada diluar....

perjalanan sudah memasuki muntilan....

sejenak ku keluarkan kepalaku dari terpal, untuk melihat kondisi didaerah muntilan.
hanya ada satu kata yang pantes terucap "subahanallah",
karena memang benar-benar wah....
memang "afgan" bener kondisi kotanya, mulai dari pohon-pohon pada tumbang,
pohon kelapa kayak putri malu habis disentuh, debu dimana-mana, diatap rumah,
toko-toko banyak yang tutup, listrik padam, pokoknya lengkap deh...
dengan segera aku ngeluarin kamera untuk mengabadikan moment ini...

selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke mungkid (tujuan utama nih...)

ternyata disini juga gak jauh beda dengan dimuntilan..
ketebalan abunya mungkin nyampe 5 cm dijalanan...
candi mendut aja, jadi aneh gtu,
mobil (baca, pickup) kami langsung menuju ke posko UGM yang ada di mungkid,

kesan pertama "saya salut sama kerja temen2 yang diposko sana", bayangkan mereka
udah membawahi 48 posko pengungsi yang ada di mungkid dan muntilan,
jadi kerja mereka mencari bantuan logistik ke donatur-donatur, dan membagikannya
ke 48 posko tersebut, luar biasa sekali perjuangan mereka... :D
semoga barokah ya temen-temen semua...

kembali ke benang merah...
logistik dari posko pusat, langsung saja kami turunkan,
administrasi dilengkapin, foto buat pertanggung jawaban udah beres,,,
saatnya kita pulang,...

pelajaran yang didapet adalah,
kita harus bersyukur, karena jogja kondisinya gak separah ini,...

Diberdayakan oleh Blogger.