Succes At the First Trial

15 Januari 2013
Succes At the first Trial.....bahasa indonesianya sih berhasil pada percobaan pertama, hm....mungkin bisa dibilang kalimat itu berhasil kusandang semenjak dari SD. Ya mungkin itu adalah rezeki yang diberikan kepada ku. Jadi mulai dari SD mau masuk SMP, dari SMP mau masuk SMA, dari SMA mau masuk kuliah, dan dari kuliah pengen nyari kerja. semuanya alhamdulillah aku berada di state kalimatku diatas.

Tapi ada satu kejadian sehingga kalimat "Succes At the first Trial" itu tidak berhasil diterapkan. Contohnya yaitu pada hari ini tanggal 15 Januari 2013 pukul 07.00 WITA. ini adalah kejadian yang tidak bisa aku lupakan, dan tidak akan aku sesalkan. Ini masalah fundamental, pondasi, atau apalah. aku tidak akan mengalah sedikit pun kalau berbau masalah fundamental ini. 







                                                                                                        Asam-asam , 15 Januari 2013


                                                                                                                           TTD


                                                                                              Fakir asmara tapi bukan pengemis cinta

Late braking dan sedikit ngepot

25 Desember 2012

Cerita ini bermula dari undangan pernikahan temen akrabku waktu SMA dulu. yaitu Tyzha Inandia biasa dipanggil "inan". berhubung ada rezeki lebih dan waktu yang memungkinkan, jadi aku sempatkan buat menghadiri undangan dari temenku ini. Soalnya dari pernikahan beberapa temen SMA ku dulu seperti candra, nida, aku selalu tidak bisa hadir. sehingga untuk pernikahan inan yang aku rasa pemilihan waktu yang sangat tepat, aku memang niatkan untuk hadir.

Setelah melalui proses perencanaan dan perhitungan waktu, aku putuskan untuk berangkat dari Asam-asam sabtu pagi jam 7.30. 

- Perjalanan Asam-asam ---- Bandara     ------->  2.5 jam
- Administrasi titip motor                        ------->  0.5 jam
- Cek in dkk                                             ------->  0.5 jam
- Waktu toleransi                                     ------->   2   jam
                                                         =================
TOTAL Waktu                                                    5.5 jam

Pesawat take off pukul 13.30 Wita (asumsi gak delay). sehingga masih bisa terkejar kalau berangkat pukul 07.30 pagi.

Dengan sepeda motorku yang sudah kunyatakan ready untuk jalan, akupun berangkat dari Asam-asam. Namun pada perjalanan kali ini, aku terpaksa harus merevisi prosedur keamanan berkendaraan bermotor yang telah ku sepakati sendiri. yaitu pada pasal 5 ayat 1 (wkwkwkw) mengenai "jarak aman dari kendaraan (khususnya mobil) yang berada didepan" , 

Biasanya aku menetapkan batas aman sekitar 2 meter dari kendaraan didepan, dengan alasan agar mudah menyalip kendaraan didepan dan pertimbangan medan jalan di daerah kalimantan selatan tergolong nyaris tidak ada tanjakan. dengan kebijakan seperti ini, maka metode yang digunakan adalah dengan melakukan "Late braking" atau pengereman yang agak telat, biar jaraknya kurang lebih 2 meter lah. 

Tapi pada waktu itu dibuktikan bahwa jarak aman +- 2 meter itu memiliki kelemahan. jadi kronologi kejadiannya seperti berikut : Sepeda motor v-**** n ku dipacu dengan kecepatan 80 km/jam - 100 km/jam, awalnya prosedur 2 meter berjalan dengan lancar. Namun ketika melewati sepeda motor dan bersiap untuk menempel mobil yang ada didepan, tiba-tiba mobil tersebut ngerem mendadak. dan jarak aman +- 2 Meter itu tidak bisa mengantisipasi pengereman yang tiba-tiba dari mobil tersebut, dan akhirnya @#$%#%#@!$%@$. singkatnya aku jatoh setelah menabrak lampu belakang mobil dan ban sedikit slip karena rem yg terlalu kuat secara tiba-tiba. Syukurnya aku cuma luka sedikit saja, motor juga masih bisa jalan, dan aku punya waktu toleransi 2 jam, sehingga rencanan keberangkatanku ke Surabaya pun dapat terlaksana.

Semenjak kejadian itu, jarak aman dengan kendaraan didepan kutambah menjadi +- 5 meter, dan kecepatan agak diperlambat (mungkin faktor trauma kali ya, hehe)..

ya...mungkin bisa jadi pengalaman buat temen-temen semua, "lebih baik telat setengah jam tapi keselamatan lebih terjamin, daripada cepat tapi keselamatan jadi taruhannya"

dan 

       Barakallahu laka wa baraka ‘alaika, wajama’a bainakuma fi khair
 Semoga menjadi keluarga yang SAMARA (SAkinah MAwaddah wa RAhmah) ya inan dan mas essa. Jujur kemarin aku sedikit terharu. karena aku ingat inan yang sering bercanda, olok-olokan sama 8splendid's genk, sekarang sudah dewasa dan menikah, hahahahha....memang waktu itu kalau dinikmati berjalan begitu cepat. 

Semoga aku juga bisa mengikut jejakmu ya nan....hehehhehe  
  
 

 






Abdul Hadi...sang pangeran dari Malinau

6 November 2012
3 Hari MOS yang begitu melelahkan akhirnya selesai juga. Hari pertama kami memulai pelajaran disekolah pun dimulai. gak ada sesuatu yang extraordinary lah dihari pertama ini, mungkin karna baru hari pertama ya?? masih sebagian besar perkenalan dulu. tapi ada juga beberapa guru yang telah tancap gas untuk memulai pelajarannya. Salah satunya adalah Pak Heru. beliau mengampu pelajaran Matematika. bagiku sebagian besar pelajaran yang diberikan beliau ini bersifat pembentukan pemahaman logika dari siswa itu sendiri. Jadi untuk newbi-newbi kayak aku ini memang terasa begitu berat. Tapi bapak yang satu ini biasa juga melakukan tugas sampingannya, yaitu sebagai tempat surhat bagi siswa-siswa yang galau. Beliau senantiasa bersedia mendengarkan keluhan-keluhan dari siswa baik mengenai pelajaran, kehidupan di asrama, masalah percintaan kemonyetan, de el el dah. Jadi bukan salah kami menjadikan bapak yang satu ini sebagai salah satu guru favorite angkatan kami. hehehe. Semoga bapak Heru selalu sehat ya pak......

Disekolah kami menyelenggarakan sistem full day school, jadi kegiatan pembelajaran dimulai dari pukul 7.45 pagi sampe pukul 13.15, kemudian break buat makan siang, sholat. dan disambung lagi pada pukul 14.30 sampe pukul 16.30. Namun pada hari pertama ini ada kegiatan yang tidak biasa. yaitu pemilihan ketua angkatan. 

Memang dihari sebelumnya kami disuruh oleh kakak-kakak OSIS untuk menyiapkan calon ketua angkatan yang diambil dari masing-masing gugus MOS. jadi total calon ada 3 orang, karena hanya ada 3 gugus. mereka adalah Dhanan Febri Handita dari "desa" Bontang, Sandy Yudhistira juga dari Bontang, dan terakhir adalah Abdul Hadi dari Malinau. Dan Pemilihan pun dimulai. waktu itu dilakukan Voting, mungkin karena kakak2 OSIS ini pada males lama-lama kali yee..? hehehe. 

Setelah melalui proses yang panjang, dan pemenangnya adalaaaaaaahhhh Abdul Hadi dari Malinau. *Prok...prok...prok...,Selamat melakukan tugas yang berat ya di...Ketua angkatan di asrama kami merupakan sosok yang siap berkorban. mengapa aku sebut demikian,?? karena kalau ada permasalahan yang terjadi diantara sesama didalam 1 angkatan ataupun vertikal dengan angkatan atas, mesti ketua angkatan lah yang paling dicari untuk dimintai pertanggung jawaban. Walaupun sebenarnya dia tidak bersalah. Pertanggung jawabannya ini bisa dalam bentuk dimarahin, dihukum, dll dah. Jadi kadang aku merasa kasihan dengan si Hadi, selain dia harus menuntaskan tugas-tugas dari sekolah, dia juga harus mengurusi permasalahan yang ada diangkatan itu sendiri. Untungnya kami angkatan 8 Putra hanya memerlukan waktu sekitar 2 bulan saja untuk sadar dari kekhilafan kami yang tidak mau loyal dengan ketua angkatan. Akhirnya kami bahu-membahu dengan hadi dan anggota 8 putra yang lainnya untuk membangun angkatan 8 ini menjadi angkatan yang lebih baik. yang jelas dimulai dari angkatan 8 Putra dulu, baru menjalar ke angkatan 8 Putri. karena secara jumlah, angkatan 8 Putri memiliki jumlah hampir 2 kali 8 Putra, sesuai teori, semakin banyak orang, maka semakin lama juga proses pembenahannya. 

Disini aku belajar banyak lah tentang cara belajar hidup bermasyarakat, yah walaupun dalam skala kecil, dan cara loyal kepada pimpinan. "Prinsipnya simple, yaitu kewajiban kita sebagai bawahan ialah loyal dan taat pada pimpinan. sedangkan tugas pimpinan ialah berusaha sebaik-baiknya untuk menjalankan amanah itu. kalau pemimpin punya kekurangan, kita bisa memberi tahu pada nya tentang kekurangannya tersebut dengan cara se-santun-santunnya, tanpa menjatuhkan kewibawaan dari pemimpin kita itu dihadapan orang lain". Jadi ada 2 buah kewajiban yang berbeda. dimana tiap-tiap kewajiban akan dimintai pertanggung jawabannya kelak. 

Nah, setelah ketua angkatan 8 dipilih, sekarang saatnya melakukan pemilihan untuk ketua angkatan 8 Putri. Untuk pemilihan yang satu ini, kami angkatan 8 putra tidak diperkenankan untuk ikut serta. Karena Putri tadi itu, okelah...kami yang ganteng2 ini bisa terima deh...hehehe no problemo lah..dan singkatnya, yang terpilih jadi angkatan 8 Putri ialah Monita aja dari Bontang. Semenjak saat itu, aku dan beberapa teman yang lain memanggil Momon dengan sebutan "Bunda Momon" dengan catetan kalau lagi baik. Kalau lagi iseng, aku biasanya menyebutnya dengan sebutan "Dugong Momon" wkwkwkwkw.... (To be continued...)

  

Awal Petualangan

3 November 2012
Kisah ini berawal dari pengumuman penerimaan siswa baru SMAN 10 Samarinda di koran KALTIM POST. dimana salah satu dari 62 nama siswa baru itu tersebutlah namaku. Aku juga gak tau kenapa aku tuh pengen banget sekolah disana. Padahal sekolah itu menganut paham semimiliter. jadi sekilas kehidupan disana agak-agak militer gitu deh. dan yang paling parah, rambut harus cepak.

Bermodal 2 koper pakaian + perlengkapan sekolah aku berangkat dari Tenggarong (kota tercinta) menuju Samarinda tentunya dengan diantar keluarga. waktu baru dateng, ada hal yang diluar prediksi. jadi ceritanya waktu pertama kali datang ke asrama seluruh siswa baru wajib menuju ke pengasuhan buat melihat susunan kamar (*pengasuhan adalah ruangan yg ditujukan untuk pelayanan siswa selama diasrama). waktu itu aku mendapat kamar no 127 dengan ditemani oleh2 orang teman sekamar. mereka adalah Rajdian syahrani dan Muspida. sebentar-sebentar....Muspidaa...??. jadi gini ceritanya, dulu waktu aku liat daftar nama siswa, aku nih berasumsi bahwa Muspida ini adalah seorang anak perempuan. Kok malah jadi teman sekamar. hahaha

Ketika pertama kali bertemu dengan sosok Muspida ini. didalam hati aku berkata, "buseet,aku sekamar sama preman..!!!" karena temanku Muspida ini ketika pertama kali diantar oleh orang tuanya ke kamar 127, dy menggunakan celana 3/4, dengan rambut yang agak panjang, badan yang berotot dan kekar, wajah yang bertexture kasar (indikasi akibat keseringan berkelahi). pokoknya ciri-ciri preman banget lah...dan sangat berbeda 180 derajat dari yang kubayangkan diawal, yaitu muspida adalah seorang perempuan....hahaha. Setelah beberapa hari kemudian, ternyata Muspida ini orangnya sangat baik, lemah lembut, baik hati, rajin menabung dan tidak sombong..hahaha.. diantara kami bertiga, memang Muspida lah yang paling rajin, orangnya selalu suka kebersihan, lipatan pakaian dilemari nya adalah yang paling rapi se-angkatan putra lah. Beda banget sama aku, aku awalnya sama sekali gak bisa melipat baju dengan rapi, gak terlalu jorok, tapi gak terlalu rapi juga, sedang-sedang aja lah. Nah, kalau si Rajdian ini aku sedikit banyak udah kenal lah, dulu waktu aku masih di SMP 1 Samarinda pernah sekelas sama dia.

Kegiatan masa orientasi siswa (MOS) pun dimulai. kegiatan ini dilangsungkan di 2 tempat, dari pagi sampe jam 5 sore dilangsungkan di sekolah, dan dari apel sore sampe batas malam dilangsungkan di asrama. jadi 3 hari MOS ini bagiku serasa 3 tahun, satu harinya terasa lama banget. Kegiatannya macam-macam sih, kalau di sekolah diisi dari guru, osis dan kakak kelas 3. mulai dari tugas-tugas, berpuisi, dialog, dan ditutup dengan pentas seni tiap gugus. Kalau MOS yang dilangsungkan di asrama rata-rata seperti seminar gitu oleh pihak yayasan, jadi pasti ngantuk banget. dan kalau ngantuk, konsekuensinya Push up..ya begitulah nasib seorang siswa baru. tapi diakhir MOS yang diselanggarakan oleh pihak asrama terdapat kegiatan yang menurutku sangat berkesan, dan selalu teringat sampe sekarang. kegiatan ini adalah pemilihan kakak asuh dan adek asuh.

Jadi di asrama kami, terdapat suatu sistem yang namanya keluarga asuh. keluarga asuh ini terdiri dari beberapa siswa dari kelas 1 sampe kelas 3 dan setiap siswa memiliki hubungan kakak-adik asuh dengan salah seorang siswa yang berada diatasnya. sebagai contoh, saya (angkatan 8) memiliki seorang kakak asuh yang berada diangkatan 7, dan angkatan 7 tadi memiliki seorang kakak asuh yang berada di angkatan 6, dan demikian seterusnya sampe angkatan 1. Beberapa garis keturunan ini bergabung menjadi 1 dan terbentuklah suatu keluarga asuh. Tujuan utama dari keluarga asuh ini ialah untuk mempererat hubungan antar siswa, dan mengobati rasa kesepian bagi siswa karna jauh dari keluarga.

Tata cara pemilihan kakak-adik asuh ini tiap angkatan berbeda-beda. kalau waktu saya masih kelas 1 dulu menggunakan potongan hati terbelah dua yang terbuat dari kertas yang bertuliskan identitas atau nama sesuatu. tugas kita adalah menanyakan ke tiap-tiap kakak angkatan 7 yang sedang bersembunyi dibalik selimut. kalau seandainya nama yang kita sebutkan itu cocok dengan angkatan 7 yang berselimut tadi, maka mereka akan lari, dan kita harus mengejarnya dan menangkapnya.

Waktu itu aku berhasil mengejar kakak asuh ku itu, dan melumpuhkannya dengan satu bantingan ala jackie chan...hahaha. dan aku pun berhasil mendapatkan seorang kakak asuh, namanya adalah Athur adi susetio.  


fotonya kak athur

Dan aku tergabung dalam keluarga Tangen-Limas, kadang sering diplesetkan sama keluarga-keluarga yang lain menjadi Tangen-Melas, gak tau kenapa, mungkin karna wajah kakakku yang agak melas dikit kali ya...hhahahaha, Saudara yang dari angkatan 8 yang juga tergabung dalam keluarga ini adalah si Ginting yang terkenal dengan salam kiri atasnya, Daniar Pratiwi, dan Aprilya Ramadanti. Semenjak moment ini aku yang semula selalu berfikir untuk keluar dari SMA ini karna gak tahan pisah sama orang tua, menjadi betah karna ada keluarga asuh yang selalu perhatian sama anggota keluarganya. (To be continued...)




Diberdayakan oleh Blogger.